Selasa, 20 Desember 2011

Secret How people of jahud is very smart

=> Rahasia
Mengapa
Keturunan
Yahudi Jenius

>Next<
Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau
hasil usaha sendiri? Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekedar untuk Kamu ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin. Saat mengandung Marilah kita mulai
dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami. Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku
matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan
Stephen suka matematika. Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak
kamu?” Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.” Hal ini membuat
Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya. Kembali ke matematika
tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap
melahirkan. Cara makan Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan
dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi
ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung
mengonsumsi pil minyak ikan. Ketika diundang untuk
makan malam bersama
orang orang Yahudi.
Begitu Stephen
menceritakan, “Perhatian
utama saya adalah menu
mereka. Pada setiap
undangan yang sama
saya perhatikan, mereka
gemar sekali memakan
ikan (hanya isi atau
fillet),”
ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada
ikan, tidak ada daging.
Ikan dan daging tidak
ada bersama di satu
meja. Menurut keluarga
Yahudi, campuran daging
dan ikan tak bagus
dimakan bersama. Salad
dan kacang, harus,
terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan
makan buah buahan
dahulu sebelum
hidangan utama. Jangan
terperanjat
jika Kamu diundang ke
rumah
Yahudi, Kamu akan
dihidangkan buah
buahan dahulu. Menurut
mereka, dengan
memakan hidangan
kabohidrat (nasi atau
roti) dahulu kemudian
buah buahan, ini akan
menyebabkan kita
merasa
ngantuk. Akibatnya
lemah dan payah untuk
memahami pelajaran di
sekolah.
Anti merokok
Di Israel, merokok adalah
tabu,
apabila Kamu diundang
makan di rumah Yahudi,
jangan sekali kali
merokok. Tanpa sungkan
mereka akan
menyuruh Kamu keluar
dari rumah mereka.
Menyuruh Kamu
merokok di luar rumah
mereka.
Menurut ilmuwan di
Universitas Israel,
penelitian menunjukkan
nikotin dapat
merusakkan sel utama
pada otak manusia dan
akan melekat pada gen.
Artinya, keturunan
perokok bakal membawa
generasi yang cacat otak
(bodoh). Suatu
penemuan yang dari
saintis gen dan DNA
Israel.
Perhatian Stephen
selanjutnya adalah
mengunjungi anak-anak
Yahudi. Mereka sangat
memperhatikan
makanan, makanan awal
adalah buah buahan
bersama kacang badam,
diikuti dengan menelan
pil minyak ikan (code oil
lever).
Pendidikan
Dalam pengamatan
Stephen, anak-anak
Yahudi sungguh cerdas.
Rata rata mereka
memahami tiga bahasa,
Hebrew, Arab dan Inggris.
Sejak kecil mereka telah
dilatih bermain piano
dan biola. Ini adalah
suatu
kewajiban. Menurut
mereka bermain musik
dan memahami not
dapat meningkatkan IQ.
Sudah tentu bakal
menjadikan anak
pintar. Ini menurut saintis
Yahudi, hentakan musik
dapat merangsang
otak. Tak heran banyak
pakar musik dari kaum
Yahudi.
Seterusnya di kelas 1
hingga 6, anak anak
Yahudi akan diajar
matematika berbasis
perniagaan. Pelajaran IPA
sangat diutamakan. Di
dalam pengamatan
Stephen, “Perbandingan
dengan anak anak di
California, dalam tingkat
IQ-nya bisa saya katakan
6 tahun kebelakang!!!”
katanya.
Segala pelajaran akan
dengan mudah di
tangkap oleh anak
Yahudi. Selain dari
pelajaran tadi olahraga
juga menjadi kewajiban
bagi mereka. Olahraga
yang diutamakan adalah
memanah, menembak
dan berlari.
Menurut teman Yahudi-
nya Stephen, memanah
dan menembak dapat
melatih otak fokus.
Disamping itu menembak
bagian dari persiapan
untuk membela negara.Selanjutnya perhatian
Stephen ke sekolah
tinggi (menengah). Di sini
murid-murid digojlok
dengan pelajaran sains.
Mereka didorong untuk
menciptakan produk.
Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi. Satu lagi yang diberi keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya. Kamu hanya akan lulus
jika tim Kamu (10 pelajar setiap tim) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Kamu terperanjat? Itulah kenyataannya. Kesimpulan, pada teori Stephen adalah,
melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan
semalaman. Perlu proses,
melewati beberapa
generasi mungkin?
Kabar lain tentang
bagaimana pendidikan
anak adalah dari saudara
kita di Palestina.
Mengapa Israel
mengincar anak-anak
Palestina. Terjawab sudah
mengapa agresi militer
Israel yang biadab dari 27
Desember 2008 kemarin
memfokuskan diri pada
pembantaian anak-anak
Palestina di Jalur Gaza.
Seperti yang kita ketahui,
setelah lewat tiga
minggu, jumlah korban
tewas akibat holocaust
itu sudah mencapai lebih
dari 1300 orang lebih.
Hampir setengah darinya
adalah anak-anak.
Selain karena memang
tabiat Yahudi yang tidak
punya nurani, target
anak-anak bukanlah
kebetulan belaka.
Sebulan lalu, sesuai
Ramadhan 1429 Hijriah,
Ismali Haniya, pemimpin
Hamas, melantik sekitar
3500 anak-anak Palestina
yang sudah hafidz al-
Quran.
Anak-anak yang sudah
hafal 30 juz Alquran ini
menjadi sumber
ketakutan Zionis Yahudi.
“Jika dalam usia semuda
itu mereka sudah
menguasai Alquran,
bayangkan 20 tahun lagi
mereka akan jadi seperti
apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi. Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main PlayStation atau game bagi mereka.

Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid. Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya. Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal. Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini. “Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu. Jika Kamu ke Jakarta, di mana saja Kamu berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Kamu akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US $ .70cts !!! “Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris?" Katanya. Meskipun warga Yahudi di Amerika kurang dari 3% dari populasi tapi sudah memenangkan 25% hadian Nobel sejak 1950. Selain itu bangsa Yahudi menguasai 20% eksekutif di AS dan 22% anggota mahasiswa jenius adalah Yahudi consolidating student loans.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar